Semangat Tak Pernah Menua, 55 Lansia Murung Raya Wisuda dan Siap Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Puruk Cahu, Kamiborneo.com – Semangat belajar tidak mengenal usia. Hal itu tergambar dalam prosesi Wisuda Sekolah Lansia "Gita Ulu Itah" Kabupaten Murung Raya Tahun 2026 yang berlangsung penuh haru dan kebanggaan. Sebanyak 55 warga lanjut usia berhasil menuntaskan program pembelajaran, terdiri dari 33 lulusan jenjang S1 dan 22 lulusan jenjang S2.
Prosesi wisuda dihadiri Bupati Murung Raya Heriyus, S.E., Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Iqbal Apriansyah, S.H., M.P.H., jajaran Pemerintah Kabupaten Murung Raya, serta keluarga para wisudawan yang memberikan dukungan penuh kepada para lansia.
Kepala Sekolah Lansia "Gita Ulu Itah" yang juga Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga (K3) Dinas P3ADALDUKKB Kabupaten Murung Raya, Sholihatul Amaliah, S.E., M.IP., mengatakan program tersebut bertujuan mendorong para lansia tetap aktif, sehat, mandiri, serta mampu terus berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, Sekolah Lansia bukan sekadar tempat menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, menjaga kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup para peserta.
"Usia bukan menjadi penghalang untuk terus belajar. Para lansia tetap memiliki semangat untuk berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas P3ADALDUKKB Kabupaten Murung Raya, Firman Prihatin, S.KM., M.M., menegaskan bahwa perhatian terhadap kelompok lanjut usia merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan para lansia tetap sehat secara fisik, aktif secara sosial, mandiri, dan produktif.
Apresiasi juga datang dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Iqbal Apriansyah. Ia mengungkapkan bahwa Kalimantan Tengah memiliki sekitar 2,8 juta penduduk dengan proporsi lansia mencapai 8,81 persen, sedangkan di Kabupaten Murung Raya terdapat hampir 11 ribu warga lanjut usia dari total sekitar 124 ribu penduduk.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya menghadirkan program yang mampu meningkatkan kualitas hidup lansia agar tetap sehat, aktif, dan bahagia.
"Semangat para wisudawan hari ini sungguh luar biasa. Mereka membuktikan bahwa belajar tidak berhenti ketika usia bertambah. Sekolah Lansia menjadi wadah yang sangat baik dalam membangun lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bahagia," tuturnya.
Dalam sambutannya, Bupati Murung Raya Heriyus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari perhatian terhadap kualitas hidup masyarakat pada setiap fase kehidupan, termasuk kelompok lanjut usia.
Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus menjalankan visi Murung Raya Emas 2030 yang selaras dengan cita-cita Indonesia Emas 2045 melalui pembangunan yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Heriyus menjelaskan Sekolah Lansia "Gita Ulu Itah" merupakan salah satu upaya melahirkan lansia SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat, sehingga tetap mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
"Nama Gita Ulu Itah mengingatkan kita bahwa pembangunan harus menyentuh orang kita, keluarga kita, dan masyarakat kita sendiri. Tidak boleh ada satu pun kelompok masyarakat yang tertinggal, termasuk para lansia," tegas Heriyus.
Mengakhiri kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Murung Raya berharap seluruh lulusan dapat menjadi Duta Lansia Tangguh di lingkungan masing-masing, aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan maupun Posyandu Lansia, serta terus menginspirasi bahwa semangat belajar, berkarya, dan mengabdi tidak pernah dibatasi oleh usia.
(Jacky)
Posting Komentar