Heriyus Gaungkan Semangat Tira Tangka Balang, Festival Budaya Jadi Penjaga Jati Diri Murung Raya
Puruk Cahu, Kamiborneo.com – Semangat pelestarian budaya kembali bergema di Kabupaten Murung Raya dengan dibukanya Festival Budaya Tira Tangka Balang (FBTTB) Tahun 2026 oleh Bupati Murung Raya, Heriyus, S.E., di panggung utama Alun-Alun Jorih Jerah, Puruk Cahu, Selasa (4/8/2026). Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-24 Kabupaten Murung Raya ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Dayak sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
Pembukaan festival berlangsung meriah dan dihadiri Wakil Ketua I DPRD Murung Raya Dina Maulidah, Kepala Kejaksaan Negeri Murung Raya, Wakapolres Murung Raya, Sekretaris Daerah Sarwo Mintarjo, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, para camat, lurah, kepala desa, Ketua Dewan Adat Dayak (DAD), damang, mantir adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kontingen dari 10 kecamatan yang akan bersaing dalam berbagai cabang perlombaan budaya.
Sebelum festival dibuka secara resmi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Murung Raya, Putu Suranta, S.P., M.AP., selaku ketua panitia menyampaikan bahwa penyelenggaraan FBTTB Tahun 2026 merupakan implementasi komitmen pemerintah daerah dalam memajukan kebudayaan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Ia menjelaskan, festival yang berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Agustus 2026 tersebut diikuti 412 peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Murung Raya. Para peserta akan berkompetisi pada 12 cabang perlombaan, mulai dari olahraga tradisional, permainan rakyat, parade tari, hingga atraksi seni budaya khas Dayak.
"Festival ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Murung Raya kepada generasi muda maupun masyarakat luas," ujar Putu Suranta.
Dalam sambutannya, Bupati Heriyus menegaskan bahwa Festival Budaya Tira Tangka Balang tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda hiburan tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan upaya nyata menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah derasnya perkembangan zaman.
Ia mengatakan, nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Dayak harus terus diwariskan karena menjadi identitas yang membedakan Murung Raya dengan daerah lain.
"Budaya adalah jati diri kita. Jangan pernah ragu ataupun malu menunjukkan identitas sebagai masyarakat Dayak. Warisan ini harus terus kita pelihara agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang," tegas Heriyus.
Selain memperkuat identitas budaya, Heriyus menilai festival juga memiliki dampak ekonomi yang besar. Ramainya kunjungan masyarakat diperkirakan mampu meningkatkan aktivitas pelaku UMKM, sektor ekonomi kreatif, hingga usaha pariwisata lokal selama penyelenggaraan kegiatan.
Meski suasana festival berlangsung semarak, Bupati mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak mengesampingkan pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta setiap kantor pemerintahan tetap beroperasi normal sehingga pelayanan publik tetap berjalan optimal.
"Saya minta pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas. Jangan sampai karena mengikuti festival, ada kantor yang kosong dan pelayanan terganggu," pesannya.
Heriyus juga mengajak seluruh peserta menjadikan festival sebagai ajang mempererat persaudaraan, bukan semata-mata mengejar kemenangan. Menurutnya, sportivitas, kebersamaan, dan rasa saling menghormati merupakan nilai utama yang harus dijunjung selama kompetisi berlangsung.
Festival Budaya Tira Tangka Balang Tahun 2026 akan berlangsung hingga 8 Agustus mendatang dengan menghadirkan beragam pertunjukan seni, permainan tradisional, dan perlombaan budaya yang menjadi cerminan kekayaan adat istiadat masyarakat Murung Raya. Pemerintah daerah berharap festival ini terus menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat posisi Murung Raya sebagai salah satu daerah yang kaya akan warisan budaya di Kalimantan Tengah.
(Jacky)
Posting Komentar