Rakor TPPS 2025: Murung Raya Tekan Stunting Turun Drastis, Pemerintah Fokus Perkuat Intervensi 1000 HPK
0 menit baca
Puruk Cahu, Media Online Kamiborneo.com – Pemerintah Kabupaten Murung Raya menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahun 2025 pada Selasa, 25 November 2025, di Aula RSUD Puruk Cahu. Kegiatan ini dihadiri OPD anggota TPPS, camat, kepala desa prioritas, kepala puskesmas, penyuluh KB, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.
Acara diawali laporan Plt Kepala Dinas DP3ADALDUK, Lynda Kristiane, yang menegaskan bahwa upaya percepatan penurunan stunting membutuhkan koordinasi terstruktur dan terintegrasi dari tingkat kabupaten hingga desa.
“Tim percepatan memiliki tugas mengoordinasikan, menyinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting secara efektif, konvergen, dan terintegrasi. Seluruh OPD harus terkoneksi agar pelaksanaan di semua tingkatan berjalan optimal,” jelas Lynda.
Ia menambahkan bahwa rakor ini menjadi wadah konsolidasi penting agar target penurunan stunting dapat dicapai sesuai arah yang telah ditentukan.
Stunting Turun Drastis: 40,9% ke 15,8%
Rakor secara resmi dibuka oleh Asisten I Setda Mura, Rahmat K. Tambunan, mewakili Bupati Heriyus. Ia menekankan bahwa stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia dan memerlukan kolaborasi lintas sektor.
Berdasarkan data SSGI 2024, angka stunting di Murung Raya berhasil turun signifikan dari 40,9% (2022) menjadi 15,8% (2024).
“Penurunan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim, dari kabupaten, kecamatan, hingga desa. Kita harus terus bergandengan tangan, memperkuat peran kecamatan dan desa melalui perencanaan dan evaluasi berkelanjutan,” tegasnya.
Pemerintah pusat menargetkan angka stunting turun menjadi 14,4% pada 2029 dan menuju 5% pada 2045.
Fokus 2025: Intervensi 1000 HPK dan Penguatan Desa Lokus
Dalam arahannya, Bupati melalui Asisten I menegaskan bahwa tahun 2025 difokuskan pada pencegahan melalui intervensi tepat sasaran pada keluarga berisiko stunting, terutama:
Remaja putri
Ibu hamil
Ibu menyusui
Baduta dan balita
Intervensi dilakukan dalam masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah munculnya kasus baru dan memastikan tidak ada bayi lahir dalam kondisi stunting.
Pemkab Murung Raya juga menetapkan 15 desa sebagai lokus prioritas 1, dengan penanganan berbasis intervensi spesifik dan sensitif.
Beberapa program inovatif turut diperkuat, seperti:
GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)
DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting)
GARANTUNG (Gerakan Bersama Tuntaskan Stunting)
Gerbang Desamu
Program-program tersebut menjadi strategi utama dalam percepatan penurunan stunting di desa-desa prioritas.
Penguatan Monitoring Kecamatan
Asisten I juga meminta TPPS Kecamatan meningkatkan pemantauan dan pelaporan program stunting setiap semester di seluruh desa dan kelurahan.
“Kita harus membangun mekanisme kerja yang konvergen, terarah, dan terukur agar percepatan penurunan stunting berjalan optimal dan mencapai hasil yang diharapkan.”
Di akhir sambutan, Asisten I secara resmi membuka Rakor TPPS Kabupaten Murung Raya Tahun 2025 dengan harapan terciptanya langkah konkret dan sinergi yang lebih kuat untuk mewujudkan generasi Murung Raya yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
(Red)